PADANG, METRO— Mengawali perayaan Dies Natalis Institut Teknologi Padang (ITP) Ke-53, yang mengangkat tema “Melesat Berdampak Global (MBG)”, Panitia Dies menghadirkan. Dr Ir Hendri Nofrianto, ST, MT, IPM berorasi ilmiah, di Aula, Lantai 2 di Kampus I Nanggalo, Padang, Rabu (8/4/2026).
Orasi Ilmiah dalam rangka perayaan Dies Natalis ITP Ke-53 berlangsung khidmat dan rangkaian acara juga diisi dengan pemberian tanda kehormatan pengabdian kepada civitas akademika dan dosen berprestasi serta pemberian penghargaan kepada pencipta Mars dan logo ITP.
Turut hadir Pembina dan Pengawas serta Ketua Pengurus beserta anggota Yayasan Pendidikan Teknologi Padang (YPTP), Ketua Senat ITP, Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumbar para wakil rektor, Dekan, pejabat struktural, dosen, tenaga kependidikan dan Ketua Alumni ITP.
Rektor ITP Rektor ITP, Prof Dr Eng, Ir Maidiawati, ST.Eng IPM menyampaikan perjalanan ITP adalah perjalanan yang lahir dari kepedulian. dari sekelompok tokoh yang memiliki visi besar terhadap pendidikan yakni Almarhum Ahmad SB, Pak Masri Usman, Yusuf Azis, Marah Ramatias.
“Serta Bapak Jalius Jama, Bapak Zulfa dan semua tokoh yang ikut andil dalam tonggak sejarah ITP yang dimulai dari sebuah lembaga kursus Ahli Teknik” jelasnya.
Lembaga Kursus Ahli Teknik tersebut kemudian bertumbuh menjadi Akademi Teknik Padang, dan berkembang menjadi Sekolah Tinggi Teknik Padang, hingga akhirnya berdiri sebagai ITP.
“Ini bukan sekadar perjalanan institusi. Ini adalah perjalanan nilai, dedikasi, dan perjuangan. Semoga Allah SWT membalas dengan amal jahiriyah pada pendiri-pendiri ITP.,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, dari perjalanan panjang itu, ITP telah melahirkan banyak lulusan ahli teknik yang hari ini tersebar di berbagai sektor, berkontribusi nyata, dan menjadi bagian dari pembangunan bangsa.
“Inilah bukti bahwa ITP tidak hanya mendidik, tetapi membentuk kontribusi dan peradaban,” pungkasnya.
Sementara dalam bidang pengabdian kepada masyarakat, Prof Maidiawati menyatakan ITP hadir tidak hanya sebagai institusi akademik, tetapi sebagai bagian dari solusi.
“Kita masih mengingat bencana banjir besar di Sumatera Barat beberapa bulan lalu. Melalui tim “ITP Peduli”, kita hadir membantu masyarakat. Bahkan, melalui inovasi dosen Teknik Sipil, kita berkontribusi dalam perbaikan jalan di Sawah Liek, dekat lokasi kampus ITP, yang putus akibat banjir tahun lalu,” terangnya.
Seperti diketahui, Tim Dosen ITP dipimpin oleh Dr. Hendri Nofrianto bersama dengan masyarakat setempat dan mitra bergerak melakukan penanggulangan banjir pada jalan sawah liek dengan metode sandbag,—sebuah solusi sederhana namun berdampak nyata.
Dosen-dosen ITP juga hadir sebagai tenaga ahli professional yang membantu pemerintah dalam pembangunan daerah Sumatera Barat.
“Mahasiswa kita pun ikut berkontribusi. Melalui program “Mahasiswa Berdampak”, mereka menghadirkan inovasi pengolahan air bersih dan sistim aquaponik berbasis ekonomi hijau untuk pemulihan masyarakat terdampak bencana banjir di Kelurahan Gurun Laweh, Padang. Inilah wajah ITP—hadir, memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” imbuhnya.
Usai sambutan Rektor, dilanjutkan. dengan sambutan Kepala LLDIKTI Wilayah X yang diwakili oleh Reri Anton, S.T., M.M selaku Analis SDM Aparatur Ahli Muda, sambutan Ketua pengurus YPTP serta Ketua Senat ITP.
Kegiatan perayaan Dies Natalis ITP Ke-53, yang diawaki rapat senat terbuka yang menjadi penanda resmi peringatan Dies Natalis, yang kemudian ditutup dengan orasi ilmiah oleh Dr Ir. Hendri Nofrianto, MT.
Pada kesempatan orasi ilmiah itu, Hendri Nofrianto, yang mantan Rektor ITP itu mengangkat topik orasinya dengan judul “Dari Bencana Menuju Ketangguhan,”.
Ia mengatakan rekonstruksi pasca bencana bukan sekadar memulihkan yang rusak, tapi kesempatan untuk membangun infrastruktur yang lebih tangguh, lebih cerdas, dan lebih tahan terhadap ancaman bencana di masa depan.
Bagi ITP dikatakannya, jadikan bencana ini sebagai momentum lahirnya Pusat Kajian Infrastruktur Bencana, dimana sebuah lembaga riset yang secara khusus mengkaji, mengembangkan, dan mendiseminasikan ilmu rekayasa infrastruktur tahan bencana untuk Sumatera Barat dan Indonesia.(rom)

4 hours ago
1

















































