Rektor ITB Jemput Calon Mahasiswa Asal Pariaman, Kisah Perjuangan Asyifa Jadi Inspirasi
PARIAMAN, METRO – Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB), Tatacipta Dirgantara, menjemput calon mahasiswa ITB, Asyifa, di kediamannya di Kota Pariaman, Jumat (3/4/2026). Penjemputan tersebut merupakan bentuk apresiasi atas prestasi Asyifa yang lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026.
Asyifa diterima di Program Studi Geologi ITB melalui seleksi berbasis prestasi akademik. Keberhasilannya menembus salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia menarik perhatian luas, tidak hanya karena capaian akademiknya, tetapi juga kisah perjuangan yang menyertainya.
Asyifa harus menghadapi duka mendalam setelah kehilangan ibundanya pada 2023. Sang ibu meninggal dunia akibat kecelakaan saat mengantar Asyifa ke sekolah, sebelum sempat menyaksikan putrinya meraih cita-cita melanjutkan pendidikan di ITB.
Bagi Asyifa, keberhasilan tersebut merupakan wujud pemenuhan janji kepada almarhumah ibundanya. Tekad dan kerja keras yang ia tunjukkan mencerminkan ketangguhan dalam menghadapi ujian kehidupan.
Kisah tersebut turut menarik perhatian pimpinan ITB. Dalam momen yang relatif jarang terjadi, Rektor ITB bersama sejumlah guru besar hadir langsung untuk memberikan dukungan moral sekaligus penghargaan atas semangat juang Asyifa.
Sementara itu, Rektor ITB, Tatacipta menyampaikan kebanggaannya terhadap mahasiswa asal Sumatera Barat. Dalam dua tahun terakhir, pihaknya secara konsisten mengunjungi langsung kediaman calon mahasiswa berprestasi dari daerah tersebut sebagai bentuk perhatian dan dukungan, sekaligus untuk mengenal latar belakang keluarga mereka.
Ia mengungkapkan, mahasiswa asal Sumatera Barat menunjukkan capaian akademik yang sangat baik. Dua di antaranya, David dan Nauli, mencatatkan indeks prestasi di atas 3,8. Hal tersebut, menurutnya, mencerminkan kualitas intelektual dan semangat juang yang tinggi.
Rektor juga menilai Sumatera Barat sebagai daerah yang telah banyak melahirkan tokoh nasional. Ia meyakini, ke depan akan semakin banyak generasi unggul yang muncul dari daerah tersebut.
“ITB berkomitmen untuk mendukung lahirnya sumber daya manusia berkualitas melalui pendidikan tinggi,” ujarnya.
Meski demikian, ia mengakui tidak semua calon mahasiswa asal Sumatera Barat yang diterima dapat dikunjungi secara langsung, mengingat keterbatasan waktu dan jangkauan.
Kehadiran Rektor dan para guru besar ke kediaman Asyifa menjadi bentuk perhatian nyata terhadap calon mahasiswa berprestasi dari daerah.
Pegiat Pariwisata Sumatera Barat yang juga Alumni Geologi ITB, Nofrins Napilus, yang turut mendampingi rombongan ITB saat kunjungan tersebut, mengaku terharu mendengar langsung kisah perjuangan Asyifa. “Meleleh rasa hati kita ketika bertemu dan mendengar langsung cerita pilu Syifa,” ujarnya.(Jef)

7 hours ago
11

















































