Penulisan Asal Amsterdam, Juarai Perlombaan Esai Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Sumbar

3 hours ago 7
LOMBA ESAI—Perlombaan esai yang diadakan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, diikuti 348 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara.

SAWAHLUNTO, METROPenulis asal Amsterdam yang kini bermukim di Prancis Leendert Chr juarai perlombaan esai  dengan judul “Reinier de Heer: Sosok di Balik Kejayaan Pertambangan Om­bilin di Awal Abad ke-20” dan mendapatkan nilai tertinggi 260. Perlombaan esai diadakan oleh Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat.

Diikuti 348 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta mancanegara. Peserta internasional tercatat berasal dari Prancis, Universitas Al Azhar Mesir, Inggris, dan Universitas Teknologi Nanyang (NTU) Singapura. Posisi kedua diraih Fikrul Hanif Sufyan dari Padang dengan nilai 252 melalui tulisan “Soeleiman Labai: Saudagar dari Silungkang Menuntut Indonesia Merdeka”.

Sementara juara ketiga diraih Fendy Suhartanto dari Jawa Timur dengan nilai 251 melalui esai “Pri­yayi Jawa di Sawahlunto: Dokter Moh. Saleh Mangundiharjo 1919–19­22”. Untuk kategori juara harapan, posisi pertama diraih Eci FE dari Kota Pariaman (nilai 249) dengan esai tentang Ratna Asmara, sutradara perempuan pertama Indonesia asal Minangkabau.

Juara harapan kedua diraih Agustina Rahmawati dari Yogyakarta (nilai 247) dengan tulisan tentang peran Adinegoro dalam transformasi sejarah Sawahlunto. Se­dang­­kan juara harapan ketiga diraih pelajar MAN Barangin Sawahlunto, Yum­ma Afifah Putri (nilai 245), melalui esai tentang tokoh Amir Jamin.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi, S.Pd, M.Pd, Rabu (15/4) malam menyebutkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi bersama Forum Pegiat Literasi Adinegoro (FPLA) Sa­wahlunto, dan didukung anggota Komisi V DPRD Sumbar, Ir.Hj.­Nel­das­wen­ti, M.Si

Selain lomba esai, juga akan digelar seminar nasional tentang perjuangan tokoh pers Djamaluddin Adinegoro dalam kemerdekaan RI, direncanakan berlangsung di Saka Ombilin Heritage 29 April 2026 mendatang. “Ini adalah gerakan literasi untuk meng­­gali dan memper­kaya narasi sejarah nasional, khususnya perjalanan panjang Kota Sa­wahlunto sebagai warisan tambang batubara Ombilin,” ujarnya.

Ditambahkannya, lom­ba ini bersifat terbuka yang diumumkan selama 1,5 bulan dari 1 Pebruari – 15 Maret 2026. Karena topiknya menarik tentang kota tambang batubara Ombilin Sawahlunto, ma­ka memancing minat peserta dari berbagai da­erah bahkan internasional.

Sementara, Ketua Forum Pegiat Literasi Adinegoro Sawahlunto Indra Yosef D. menjelaskan, penilaian hasil lomba dilakukan oleh tiga dewan juri, yakni dirinya bersama wartawan senior sekaligus pegiat literasi Muhammad Subhan dan Yurnaldi Paduka Raja.

Penilaian mencakup keaslian karya, belum pernah dipublikasikan, kelengkapan data dan sumber visual, serta larangan penggunaan plagiarisme, copy-paste, maupun pe­nyalahgunaan teknologi AI. Selain itu, tulisan ha­rus memenuhi unsur jurnalistik 5W+1H, berbasis fakta (nonfiksi), serta me­ngangkat objek dan peristiwa sejarah yang benar-benar terjadi di Sawahlunto da­lam rentang tahun 1858–2013. “Dalam proses penilaian, dewan juri me­lakukan tugas selama tiga hari dua malam secara fokus merujuk ke mekanisme penilaian hingga menghasilkan Top 6 lomba ini,” jdelasnya.(pin)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |