Ketua TP-PKK Pasbar Tekankan Peran Strategis Dasawisma, Ujung Tombak Pembangunan Nagari

8 hours ago 10
FOTO BERSAMA—Ketua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, foto bersama usai kegiatan.

PASBAR, METROKetua TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ny. Sifrowati Yulianto, menegaskan bahwa dasawisma me­miliki peran strategis se­bagai ujung tombak pem­bangu­nan nagari se­ka­ligus garda terdepan da­lam men­du­kung keberhasilan program pemerintah di tengah ma­syarakat. Hal tersebut disampaikan saat mem­buka Pertemuan Bulanan TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat yang diselenggarakan oleh Kecamatan Pasaman di Ba­lerong Pusako Anak Nagari, Senin (6/4).

Kegiatan tersebut turut menghadirkan narasumber Dr. Dra. Rosdiana Rajagukguk, S.E., M.Hum., yang menyampaikan materi terkait kesehatan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Dalam arahannya, Ny. Sifrowati Yulianto mengajak seluruh kader TP-PKK untuk memasuki tahun baru dengan semangat baru dalam memperkuat Gerakan PKK, khususnya melalui optimalisasi peran dasawisma sebagai ujung tombak pelaksanaan program pemerintah di tingkat keluarga.

Menurutnya, dasawisma memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan berbasis data karena informasi yang dihimpun berasal langsung dari lingkungan terkecil masyarakat. Data tersebut mencakup kondisi sosial, ekonomi, hingga kesejah­teraan keluarga yang menjadi dasar pengambilan kebijakan pembangunan.

“Dasawisma merupakan ujung tombak yang paling dekat dengan ma­sya­rakat. Jika dasawisma aktif, maka program pemerintah akan berjalan lebih efektif karena berbasis data riil dari lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi kekompakan nagari di Kecamatan Pasaman yang mampu berkolaborasi da­lam pelaksanaan pertemuan bulanan tersebut. Menurutnya, sinergi yang kuat antar-nagari menjadi mo­dal penting dalam mem­perkuat kelembagaan PKK serta meningkatkan kualitas pelaksanaan program di lapangan.

Selain itu, Ny. Sifrowati menekankan kepada seluruh pengurus dan kader TP-PKK, baik di tingkat kecamatan maupun nagari, agar lebih serius dalam membangun organisasi, meningkatkan administrasi, serta mengaktifkan program-program PKK secara berkelanjutan. Ia juga me­ng­ingatkan bahwa peni­laian Gerakan PKK akan dilaksanakan pada akhir bulan ini sehingga seluruh kader diminta mempersiapkan diri secara optimal. Sementara itu, Sekretaris TP-PKK Kabupaten Pasaman Barat, Ramalis Nur, menyampaikan bahwa per­temuan tersebut merupakan pertemuan bulanan ke-8 sebagai bagian dari upaya pembinaan berke­lan­jutan terhadap kader PKK di Pasaman Barat. Ia menjelaskan bahwa saat ini Pasaman Barat memiliki 90 nagari sehingga pembinaan secara langsung belum dapat menjangkau seluruh wilayah secara maksimal. Oleh karena itu, ia berharap

Ketua TP-PKK Kecamatan dapat berperan aktif dalam membina dan membimbing nagari, khususnya dalam penguatan kelembagaan dan pembentukan dasawisma.

Ramalis Nur juga menyampaikan bahwa saat ini Kecamatan Pasaman, tepatnya Nagari Lingkuang Aua Bandarejo, tengah dipersiapkan untuk mengi­kuti Lomba Gerakan PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat. Adapun kategori yang akan dilombakan me­li­puti tertib administrasi dan kelembagaan, Pokja I (Paredi), Pokja II (Gelari Pelangi), Pokja III (Aku Hatinya PKK), serta Pokja IV (PHBS Plus).

Ia berharap seluruh kecamatan dan nagari dapat terus mengaktifkan kegiatan Gerakan PKK sehingga ke depan seluruh nagari di Pasaman Barat siap menjadi utusan kabupaten pada lomba tingkat provinsi tahun 2027.

Camat Pasaman, Andre Afandi, dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pertemuan bulanan tingkat kecamatan ini melibatkan 16 nagari. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh pihak dalam me­nyukseskan kegiatan tersebut sekaligus mendukung persiapan Kecamatan Pa­sa­man dalam menghadapi Lomba Gerakan PKK tingkat Provinsi Sumatera Barat.

Ia menambahkan, TP-PKK merupakan mitra stra­tegis pemerintah daerah yang berperan penting dalam menjembatani pelaksanaan program pembangunan di tengah ma­syarakat, khususnya melalui keberadaan dasawisma. “Keaktifan dasawisma menjadi indikator penting keberhasilan program pemerintah. Dampaknya lang­sung dirasakan ma­syarakat dan mencerminkan keseriusan dalam pelaksanaan pembangunan berbasis keluarga,” ung­kapnya.(end)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |