Gunung Marapi Erupsi lagi, Kolom Abu Capai 1.600 Meter

5 hours ago 8
ERUPSI— Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 Meter.

AGAM, METROGunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, kembali menun­juk­kan aktivitas vulkaniknya. Pada Kamis pagi (16/4) pukul 08.43 WIB, gunung api aktif ini dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.600 Meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.

Berdasarkan laporan resmi Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Tiupan angin membawa material abu tersebut condong ke arah timur laut.

“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.8 mm. Durasi sementara tercatat selama kurang lebih 30 detik, dan saat laporan ini disusun, aktivitas erupsi ma­sih berlangsung,” Petugas PGA Gunung Marapi Ahmad Rifandi, dalam keterangan resminya.

Saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Mengingat ancaman bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu, pihak berwenang mengeluarkan se­jumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat, wisata­wan, dan pihak terkait.

Di antaranya larangan keras bagi siapa pun untuk memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Selain ancaman langsung dari kawah, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta mening­katkan kewaspadaan.

Potensi ancaman bahaya lahar dingin dinilai cukup tinggi, terutama apa­bila terjadi hujan lebat di wilayah puncak dalam waktu dekat. Petugas juga mengimbau warga di sekitar Gunung Marapi untuk senantiasa menggunakan masker pelindung mulut dan hidung guna menghindari gangguan pernapasan atau ISPA akibat paparan abu vulkanik.

Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan untuk diguna­kan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta mengamankan sarana air bersih dan segera membersihkan atap rumah dari tumpukan abu yang tebal untuk mencegah risiko roboh.

Terakhir, pemerintah daerah dan pihak PVMBG meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas suasana. Warga diingatkan agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya atau menyebarkan informasi bohong terkait aktivitas gunung api. Ma­sya­rakat diharapkan hanya mengikuti arahan resmi dari pemerintah guna menjamin keamanan bersama.

Hingga berita ini diturunkan, pemantauan terus dilakukan secara intensif dari Pos Pengamatan Gunungapi Marapi. Masya­ra­kat diminta untuk selalu memperbarui informasi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi. (*)

Read Entire Article
Energi Alam | Padang | | |