ERUPSI— Gunung Marapi menyemburkan abu vulkanik setinggi 1.600 Meter.
AGAM, METRO—Gunung Marapi yang terletak di wilayah Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanahdatar, kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya. Pada Kamis pagi (16/4) pukul 08.43 WIB, gunung api aktif ini dilaporkan mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.600 Meter di atas puncak, atau sekitar 4.491 meter di atas permukaan laut.
Berdasarkan laporan resmi Petugas Pos Pengamatan Gunungapi Marapi (PVMBG), kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas sedang. Tiupan angin membawa material abu tersebut condong ke arah timur laut.
“Erupsi terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 27.8 mm. Durasi sementara tercatat selama kurang lebih 30 detik, dan saat laporan ini disusun, aktivitas erupsi masih berlangsung,” Petugas PGA Gunung Marapi Ahmad Rifandi, dalam keterangan resminya.
Saat ini, Gunung Marapi masih berada pada Status Level II (Waspada). Mengingat ancaman bahaya yang bisa muncul sewaktu-waktu, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat, wisatawan, dan pihak terkait.
Di antaranya larangan keras bagi siapa pun untuk memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas di Kawah Verbeek. Selain ancaman langsung dari kawah, masyarakat yang bermukim di sekitar lembah dan bantaran sungai yang berhulu di puncak gunung diminta meningkatkan kewaspadaan.
Potensi ancaman bahaya lahar dingin dinilai cukup tinggi, terutama apabila terjadi hujan lebat di wilayah puncak dalam waktu dekat. Petugas juga mengimbau warga di sekitar Gunung Marapi untuk senantiasa menggunakan masker pelindung mulut dan hidung guna menghindari gangguan pernapasan atau ISPA akibat paparan abu vulkanik.
Perlengkapan pelindung mata dan kulit juga disarankan untuk digunakan. Jika terjadi hujan abu, masyarakat diminta mengamankan sarana air bersih dan segera membersihkan atap rumah dari tumpukan abu yang tebal untuk mencegah risiko roboh.
Terakhir, pemerintah daerah dan pihak PVMBG meminta seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga kondusivitas suasana. Warga diingatkan agar tidak terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya atau menyebarkan informasi bohong terkait aktivitas gunung api. Masyarakat diharapkan hanya mengikuti arahan resmi dari pemerintah guna menjamin keamanan bersama.
Hingga berita ini diturunkan, pemantauan terus dilakukan secara intensif dari Pos Pengamatan Gunungapi Marapi. Masyarakat diminta untuk selalu memperbarui informasi melalui aplikasi MAGMA Indonesia atau kanal resmi Badan Geologi. (*)

5 hours ago
8

















































